23 October 2016

Reuni Kecil Dengan Bridget Jones

Familiar dengan Bridget Jones ? Saya sendiri kalau menyebut nama ini langsung terbayang dengan sosok gadis berambut pirang, ginuk-ginuk dan mulutnya itu lho, suka ceplas-ceplos dan kalau ngomong semaunya sendiri alias ngga dipikir lagi. Tapi karakter tersebut membuat saya selalu mengenang sosok Bridget Jones selama belasan tahun terakhir ini. Ya, Bridget Jones adalah karakter dalam film berjudul Bridget Jones Diary yang rilis tahun 2001 dan Bridget Jones : The Edge Of Reason yang rilis tahun 2004. Dan setelah 12 tahun, Bridget Jones hadir kembali di layar bioskop dengan judul terbaru Bridget Jones Baby. Yuk simak reuni kecil saya dengan Bridget Jones dalam Catatan Si Goiq kali ini...

Bridget Jones Baby hadir dengan wajah lama, Renee Zellweger yang memerankan Bridget Jones dan Collin Firth yang memerankan Mark Darcy. Dalam film terbaru ini, hadir wajah baru yang membuat film ini menjadi lebih segar. Adalah Patrick Dampsey yang memerankan karakter Jack Qwant. Film dibuka dengan kebiasaan lama Bridget Jones dalam film terdahulu, merayakan ulang tahun dalam kondisi jomblo dengan iringan lagu All By My Self nya Celine Dion. Bridget yang kini bekerja sebagai produser televisi, kadang masih membawa kekonyolan-kekonyolan khasnya. Dalam ending film terakhir, Bridget Jones dilamar oleh sang kekasih Mark Darcy yang merupakan seorang pengacara. Faktanya kini mereka telah lama berpisah dan Mark Darcy telah menikah. Sedangkan Daniel Cleaver yang diperankan oleh Hugh Grant dikisahkan meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat. Untuk mengusir rasa gundahnya, Bridget mengikuti saran temannya untuk mengikuti sebuah perkemahan yang diikuti para jomblo yang sedang mencari pasangan. Disana Bridget bertemu dengan Jack Qwant dan melakukan sebuah hubungan romatis tanpa saling berkenalan. Sepulang dari perkemahan, Bridget menghadiri acara pembaptisan anak temannya dimana ia dan Mark Darcy menjadi ayah dan ibu baptis. Disitu Mark bercerita bahwa dirinya tengah dalam proses perceraian dengan sang istri. Dan ternyata mereka terhanyut dalam kenangan kisah masa lalu mereka. Beberapa bulan kemudian Bridget hamil dan ia bingung, anak siapakah bayi yang sedang dikandungnya tersebut ? Apakah itu anak Jack ataukah Mark ? Dan keseruan apakah yang akan terjadi ? Cari tahu yuk jawabannya dalam film Bridget Jones Baby.

Saat saya tahu Bridget Jones akan hadir kembali di layar kaca, saya mungkin jadi salah seorang yang sangat antusias menantikan film ini. Ketika trailer mulai muncul, saya semakin tidak sabar untuk menunggu bulan Oktober, dimana film ini akan rilis. Saya bahkan mulai menonton kembali 2 film Bridget Jones sebelumnya untuk mengembalikan beberapa memory yang mungkin sempat hilang. Dan film ini benar-benar memberi tahu sebuah fakta miris, bahwa kita yang dulu nonton 2 film terdahulu Bridget Jones tentunya sudah semakin menua. Sama halnya seperti Bridget dan Mark yang sudah terlihat sekali semakin matang. Dan Bridget yang sekarang sudah tidak ginuk-ginuk seperti dulu. Tapi saya tidak mengerti kenapa antusias yang saya bangun beberapa bulan sebelumnya terasa menguap saat menyaksikan film ini. Mungkin karena saya menonton film ini cukup malam yang membuat saya mengantuk bahkan sempat tertidur di beberapa adegan. Tapi saya akan mencoba menonton film ini lagi di akhir pekan. Yang jelas, film ini sangat menghibur untuk ditonton. Dan pesan moralnya, jangan bercinta sebelum menikah dong yah. Apalagi sama orang yang berbeda. Kalau hamil dan ngga tahu benih siapa yang ada di dalam perutmu, bisa berabe !

Skor : 3/5

21 October 2016

Menginap Di Fave Hotel Adi Sucipto Solo

Sedang asyik-asyik obrak-abrik folder fotodi laptop, tiba-tiba baru sadar kalau saya belum mereview beberapa hotel yang pernah saya inapi sebelumnya. Mumpung bulan ini belum ngereview hotel, maka Catatan Si Goiq kali ini akan saya isi dengan pengalaman menginap di Fave Hotel Adi Sucipto Solo. Simak yuk..

Sebenarnya waktu itu tidak ada planning menginap di Solo, secara tujuan awal saya dan teman-teman hanya kuliner sejenak dan kemudian melanjutkan perjalanan lagi ke kota berikutnya malam itu juga. Tapi saat diperjalanan saya membuka sebuah aplikasi pemesanan kamar hotel di smartphone dan ternyata harga yang kami dapatkan saat itu terbilang sangat murah. Jadilah akhirnya saya dan teman-teman memesan kamar di Fave Hotel Adi Sucipto Solo. Dan lebih beruntung lagi saat tahu bahwa bus yang membawa kami dari Salatiga ternyata melintasi hotel ini. Klop ! Kesan pertama saat masuk, lobby nya tidak besar. Tapi nuansa warna ungu ( bukan unyu ) khas Fave Hotel cukup mendominasi. Karena saat itu adalah malam Tahun Baru, hotel cukup ramai didatangi tamu. Dampaknya kami cukup lama menunggu saat check in.

Ternyata di lobby ada booth yang menjual rice box. Daripada bete nunggu, mending kita mesan rice box biar perut jadi kenyang dan hati juga ikutan senang. Saya tidak tahu apakah booth yang menjual makanan di lobby ini permanen dalam arti kata ada setiap saat atau hanya ada di saat-saat tertentu seperti malam Tahun Baru itu. Yang jelas, harga rice box tidak terlalu mahal walaupun porsinya juga tidak besar tapi sangat mengenyangkan. Setelah perut kenyang, saya mencoba mengakses internet melalui PC yang disediakan hotel untuk melihat beberapa lokasi yang akan kami datangi.

Area lift yang berwarna warni membuat suasana fun, fresh and friendly seperti yang jadi motto hotel ini benar-benar terasa. Sementara area koridor menuju kamar terlihat sederhana tanpa banyak ornamen di dinding. Pencahayaan di area koridor juga cukup terang, sehingga sangat menangkan berlalu lalang di tengah malam sekalipun. Secara saya ini orangnya cukup penakut kalau jalan di tempat yang sepi dan remang-remang. Hahahahaha...

Taraaa... Ini dia kamar Fave Hotel Adi Sucipto Solo. Kamarnya sih ngga gede-gede banget secara ukuran. Tapi dibilang sempti kok jauh yah. Lumayan lah pokoknya. Dengan harga yang kami bayarkan, kami dapat kenyamanan yang terbilang oke. Kasurnya empuk dan AC dingin walaupun sempat norak ngotak ngatik tombol remote AC di bawah lampu tidur. 

Di dalam kamar tersedia TV LED dengan saluran tv berbayar yang gambarnya kinclong. Bisa jadi alternatif pilihan hiburan di dalam kamar. Oh ya, yang bikin saya tambah happy, ternyata di dalam kamar disediakan  peta wisata Solo lho. Ini sangat berguna banget buat saya dan teman-teman yang jarang-jarang datang ke Solo. kami jadi dapat tambahan rekomendasi tempat-tempat wisata di sana.

Buat turis-turis semacam saya yang masih suka bawa laptop buat kerja, keberadaan safe deposit box di dalam kamar ini berguna banget lho. Saya bisa menyimpan laptop, uang atau mungkin perhiasan di dalam kamar tanpa harus takut meninggalkan kamar lama-lama seharian. Nah yang di bawah safe deposit box itu ngga usah saya jelasin lah yah. Teman-teman yang sudah sering baca review hotel di blog ini pasti sudah tahu nasib sepasang sandal yang ada di bawah itu. Hahahahaha... Oh ya, satu hal yang suka dari Fave Hotel adalah kita bisa mengisi ulang botol minuman karena disediakan dispenser di koridor hotel.Asyik kan ?

Kamar mandi tidak berukuran besar, tapi lebih dari cukup untuk kebutuhan bersih-bersih setelah sebelum memulai aktifititas dan setelah seharian pulang bepergian. Handuk bersih tersedia, air panas juga berfungsi maksimal dan toiletries juga tersedia secukupnya. Untuk sabun dan shampoo disediakan dalam box di bawah shower.

Karena pulang ke hotel setelah menghabiskan malam tahun baru sudah hampir pagi, saya kesiangan bangun dan terpaksa sarapan saat restaurant sudah ramai. Jadilah kali ini saya tidak dapat kondisi restaurant dalam keadaan sepi. Sarapan pagi sendiri berlangsung di Lime Restaurant yang berada di lantai yang sama dengan lobby. Lime Restaurant sendiri tidak terlalu besar ruangannya, tapi warna-warni yang fresh membuat saya suka berlama-lama ada di sini.

Walaupun secara ruangan, Lime restaurant ini tidak bisa dibilang luas. Tapi makanan yang disediakan di sini saat sarapan ternyata berlimpah ruah. Saya senang banget deh dengan menu-menu yang disediakan saat sarapan. Mulai dari angkringan, menu prasmanan sampai aneka pastry. Saya dan teman-teman mengisi perut sampai kenyang supaya tubuh cukup energi. Karena pura-pura bahagia kan memerlukan energi juga teman-teman. Hahahahaha...

Pokoknya senang banget deh menginap di Fave Hotel Adi Sucipto. Sudah rate nya murah, fasilitas yang ada juga memuaskan. Jadi kalau teman-teman ada rencana ke Solo dan mau menginap di sini juga, langsung saja booking atau datang langsung ke :

Jl. Adisucipto No.60 Solo - Jawa Tengah
T. 0271 719222
E. SoloInfo@favehotels.com

18 October 2016

A Monster Calls - Perpisahan Itu Jauh lebih Menyeramkan Daripada Didatangi Monster

Suatu malam di minggu lalu saya isi dengan menonton film di bioskop. Ada beberapa judul film yang sebenarnya ingin saya tonton. Tapi akihirnya saya menjatuhkan pilihan pada film A Monster Calls. Kalau dilihat dari judulnya sih harusnya rada ngeri yah nonton film ini. Tapi setelah saya lihat trailernya, saya pikir saya bakal suka dengan film yang satu ini. Yuk simak review saya untuk film ini dalam Catatan Si Goiq kali ini.

Film A Monster Calls diangkat dari novel yang berjudul sama yang ditulis oleh Patrick Ness. Film ini disutradrai oleh Juan Antonio Bayona dan mengisahkan seorang anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun bernama Connor O'Malley. Tidak dikisahkan asal muasalnya, yang jelas Connor selalu menjadi korban bully oleh teman-teman sekelasnya. Connor tinggal bersama sang ibu yang menderita penyakit kanker dan setiap malam Connor mengalami mimpi buruk yang menghantuinya dan dia selalu terbangun tepat pk.00.07 dini hari. Dalam mimpinya Connor melihat bumi terbelah dan ia melihat sang ibu terperosok masuk ke dalam lubang yang dalam. Karena jengah dihantui mimpi buruk terus-terusan, Connor mencoba bertahan untuk tidak tidur sampai melewati pk.00.07 dini hari. yang terjadi adalah, sebuah badai terjadi dan dia didatangi sebuah monster pohon yang menyeramkan. Sang monster mengatakan bahwa ia akan datang beberapa kali untuk menceritakan 3 kisah, dan yang terakhir Connor yang harus menceritakan pada sang monster kisah yang terjadi dalam mimpi buruknya. Kisah demi kisah yang diceritakan oleh sang monster ternyata membawanya dalam beberapa masalah baru sekaligus mendapatkan pelajaran yang dipetik setelahnya.Masalah seperti apakah itu ? Dan apakah Connor mampu menceritakan mimpi buruk yang dialaminya pada sang monster ? Nonton deh cerita lengkapnya di bioskop kesayangan kamu...


Awalnya saya tidak punya ekspektasi besar terhadap film ini. Tapi setelah menonton hingga selesai, ternyata saya memiliki kesan yang cukup dalam. Lewis MacDougall pemeran Connor berhasil membuat saya berpikir bahwa ketakutan yang dialami oleh Connor sebenarnya dialami oleh semua orang. Saya sama sekali tidak tertidur dan menunggu adegan demi adegan yang akan dialami Connor bersama sang monster yang suaranya diisi oleh Liam Neeson. Visual film ini juga sangat menggambarkan isi hati Connor yang kelabu. Dan point penting dari film ini berhasil saya dapatkan di akhir film. Bahwa bayang-bayang perpisahan itu ternyata jauh lebih menyeramkan daripada didatangi monster yang menyeramkan sekalipun, apalagi bila kita harus berpisah dengan orang yang paling kita sayangi. Penasaran kan ? Langsung saja ke bioskop mumpung film ini masih tayang di bioskop-bioskop tanah air.

Skor : 3,5/5

14 October 2016

Pecah Rekor MURI Di Lampung Festival Krakatau 2016

Masih ingat kan catatan perjalanan saya menghadiri Lampung Krakatau Festival 2016 ? Event tahunan yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi Lampung ini menyajikan banyak kegiatan yang bisa kita ikuti. Salah satunya adalah Jelajah Krakatau yang menyajikan banyak cerita seru. Event lain yang saya dan teman-teman blogger lain ikuti adalah Jelajah Semarak Budaya yang berlangsung di Tugu Gajah yang berada di pusat kota Bandar Lampung. Yuk simak keseruannya dalam Catatan Si Goiq kali ini.

Foto : Yopie Pangkey
Sekitar pk.14.30, saya dan teman-teman blogger sudah tiba di area venue Jelajah Semarak Budaya. Jalanan sudah mulai ditutup oleh pihak kepolisian. Karena belum ada tanda-tanda acara akan dimulai sementara cuaca sore itu cukup terik,, maka kami putuskan untuk numpang ngadem sebentar di Hotel Grand Anugerah. Barulah setelah iring-iringan karnaval datang, kami putuskan untuk keluar dari hotel dan memulai untuk foto-foto. Iring-iringan dimulai dengan kedatangan Gubernur Lampung beserta tamu kehormatan lainnya untuk menuju panggung utama tempat semua peserta karnaval akan melintas. Setelahnya datang 2 ekor gajah dari Way Kambas yang masing-masing ditunggangi Muli Lampung yang cantik-cantik. Gajah ini membawa karangan bunga dan langsung mengalungkannya kepada Gubernur Lampung, bapak M.Ridho Ficardo. 

Dan setelah pengalungan bunga, mulailah barisan karnaval Jelajah Semarak Budaya dimulai. Ada parade marching band dengan busana meriah dan bendera warna warni. Lalu ada pula parade perwakilan 15 kabupaten di Lampung yang menampilkan busana adat atau budaya khas setempat. Hanya sayang sekali, saya mendapat posisi yang kurang strategis untuk memotret sehingga foto-foto yang saya dapatkan kurang kece karena diambil dari samping. 

Parade tari-tarian yang di bawakan perwakikan kabupaten di Provinsi Lampung  nyaris membuat mata saya tidak berkedip. Apalagi para peserta parade ini menari diringi musik perkusi dengan rentak Melayu yang membuat darah Sumatera saya menggelegak. Setidaknya bisa mengikis sedikit rasa kesal karena mendapat posisi yang kurang bagus untuk memotret. Oh ya, saya sempat bertanya-tanya dalam hati. Kenapa yah mayoritas peserta karnaval memakai topeng ? Tapi saya langsung ingat Sekura yang identik dengan topeng dan merupakan budaya khas Lampung Barat. Pasti berhubungan dengan itu..

Tapi begitu iring-iringan peserta yang memakai busana karnaval yang besar dan megah tiba di panggung utama, rasa kesal kembali datang dalam diri saya. Tidak henti-hentinya saya merutuki diri saya yang terlalu pewe untuk tidak berusaha mencari tempat yang lebih strategis untuk memotret. Akibatnya banyak sekali kostum karnaval yang keren-keren dan tidak mampu saya abadikan. Uggghhh...

Selain parade marching band, tari-tarian, dan kostum karnaval yang megah. Tampak pula dalam barisan karnaval ini deretan mobil hias yang mewakili instansi atau perkumpulan daerah tertentu di wilayah Lampung. Dan lagi-lagi saya merutuki diri yang tidak bisa keluar untuk memotret deretan mobil hias yang tidak terlihat dari posisi tempat saya memotret. Kerumunan masyarakat yang sangat antusias dengan Jelajah Semarak Budaya ini membuat saya kesulitan bergerak. Yang jelas, beberapa mobil hias ini terlihat membagi-bagikan souvenir yang mereka bawa kepada masyarakat yang menonton.

Puncak acara Jelajah Semarak Budaya ini ditutup dengan pelepasan balon warna warni ke angkasa yang diikuti dengan tembakan confetti yang sangat meriah. Dan pertanyaan saya sebelumnya, kenapa para peserta banyak yang memakai topeng terjawab sudah. Ternyata di akhir acara ini ada pemecahan rekor MURI di mana semua peserta karnaval, tamu kehormatan dan pengunjung memakai topeng bersama-sama. Lebih dari 1000 orang memakai topeng dalam Jelajah Semarak Budaya yang merupakan bagian dari Lampung Krakatau Festival 2016. Trus saya jadi kesal lagi dong. (Duh Goiq ini sensi melulu deh..). Tahu ada pemecahan rekor MURI kan saya bisa siapin topeng juga biar bisa ikutan pakai topeng. Tapi sudahlah, yang penting saya senang bisa menyaksikan secara langsung pemecahan rekor MURI ini.


Pas lagi asyik foto-foto, terus kita melihat Hamish Daud sang presenter acara My Trip My Adenture yang tengah menjalani syuting di Lampung. Langsung saja deh bang Hamis kita keroyok buat foto bareng. Hahahaha... Sebenarnya sih kita sudah melihat Hamish dari saat akan menuju Gunung Anak Krakatau, tapi baru sempat foto bareng yah saat di sini. Plus dapet bonus juga karena saya dan teman-teman blogger lainnya juga bisa berfoto bersama Gubernur Lampung, Bapak Ridho Ficardo dan sang istri, ibu Yustin Ficardo. Ahh senang banget bisa seru-seruan di Jelajah Semarak Budaya. Pokoknya tahun depan saya jadi pengen datang lagi di Lampung Krakatau Festival untuk menebus salah posisi motret yang bikin saya keki dan uring-uringan. Hahahaha.. Nyok ah kita jelajahi bumi Indonesia...

08 October 2016

Kita dan Hukum

Sumber Foto : jdih.riau.go.id
Hukum. Mungkin banyak orang yang gentar menyebut kata tersebut. Siapa sih yang mau punya masalah dengan hukum ? Pastinya ngga ada dong. Tapi faktanya, hukum itu sangat dekat dengan keseharian kita. Banyak hal yang pastinya akan membuat kita bersinggungan dengan hukum. 

Sebagai blogger, hal yang paling sering saya dan teman-teman rasakan adalah plagiarisme. Plagiarisme sendiri adalah penjiplakan karya yang kemudian di tulis ulang dan diaku sebagai karya orang lain. Tentu tidak sedikit teman-teman blogger yang penah merasakan tulisan yang mereka pikirkan dengan susah payah, kemudian dijiplak dan diakui sebagai karya orang lain. Padahal membuat sebuah karya tulisan walaupun hanya sebatas tulisan di blog bukan sesuatu yang bisa dibilang mudah. Butuh waktu dan pemikiran untuk merangkai kata demi kata menjadi sebuah kumpulan kalimat. Tidak hanya sekedar merangkai kata, tapi kita juga memerlukan taste supaya karya tulisan yang kita buat menjadi enak untuk dibaca orang lain. Makanya sudah pasti kita merasa kesal dong kalau tulisan yang kita buat dengan susah payah, tiba-tiba di plagiat orang lain dan diaku sebagai karya mereka. Sedikit informasi nih, plagiarisme ini melanggar UU no.19 tahun 1992 mengenai hak cipta. Dan bagi siapa saja yang melanggarnya bisa dikenakan sanksi hukum. Hayo lhooo...


Tapi faktanya selama ini, mungkin jarang ada teman-teman yang memperkarakan masalah plagiarisme ini ke ranah hukum. Alasannya sih bisa jadi karena ribet atau mungkin karena faktor enggan bersinggungan dengan hukum. Nah, kalau teman-teman ketemu kasus semacam ini atau mungkin kasus-kasus hukum lainnya, mungkin teman-teman bisa membuka website Justika.com . Karena di Justika.Com kita bisa berkonsultasi dengan para ahli hukum yang sudah bergabung. Dan kita akan mendapatkan solusi atas permasalahan yang kita hadapi. Minimal kita jadi tahu langkah-langkah apa yang harus kita lakukan berikutnya. Kita bahkan bisa melihat kredibilitas para pakar hukum tersebut dengan melihat profil mereka. 

Oh ya, ngomong-ngomong soal hukum lagi nih. Jangan pikir hukum itu hanya terkait dengan hal-hal yang bersifat peradilan saja lho. Sebenarnya di sekitar kita pun banyak sekali masalah-masalah yang berkaitan dengan hukum. Seperti soal warisan, harta gono-gini, jual beli tanah dan bangunan bahkan sampai urusan penterjemah. Nah, untungnya pakar hukum yang bisa kita temukan di Justika yaitu lawyer, notaris dan penterjemah tersumpah.Jadi ada banyak masalah hukum yang bisa kita temukan solusinya di sana. Keren banget kan ?

Dan buat masyarakat tidak mampu yang membutuhkan bantuan hukum, di Justika.com juga terdapat layanan Pro bono yang memberikan bantuan hukum secara gratis kepada masyarakat yang tidak mampu secara finansial. Jadi, kenapa harus takut bersinggungan dengan hukum kalau di Justika.com kita bisa menemukan solusinya ? Selamat datang di dunia cyber-lawyer...