26 February 2016

Nonton Tari Kecak Di Uluwatu

Dalam perjalanan ke Bali beberapa waktu lalu, saya dan teman-teman blogger menyempatkan diri mengunjungi Pura Luhur Uluwatu. Selain untuk melihat pemandangan yang indah di sekitar Pura, tujuan kami juga ingin menyaksikan Tari Kecak. Di Bali sendiri ada beberapa tempat untuk menyaksikan Tari Kecak. Dan Tari Kecak di Uluwatu ini adalah salah satu yang terbaik. 

Karena kita masuk ke wilayah Pura yang notabene adalah tempat ibadah umat Hindu, usahakan untuk memakai celana panjang. Tapi kalaupun sudah kadung pakai celana pendek, pihak Pura menyediakan kain untuk dipakai bagi yang memakai celana pendek. Untuk bisa menyaksikan pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu ini, kita harus membayar tiket masuk sebesar Rp,100.000,-/orang. Mungkin terkesan mahal yah, tapi jangan buru-buru protes. Cobalah untuk membayar dan saksikan sendiri betapa pertunjukan yang kalian bayar ini sangat menyenangkan untuk dinikmati. Bahkan anak kecilpun bisa sangat takjub menyaksikan pertunjukan Tari Kecak ini.

Arena untuk menyaksikan Tari Kecak Uluwatu ini dibuat semacam teater berbentuk setengah lingkaran dengan menghadap ke arah laut. Pertunjukan tari sendiri dimulai pada pk.18.00 WITA. Kalau membawa lensa tele, saya sarankan pilih tempat duduk di bagian atas supaya bisa nge-shoot seluruh area sekaligus bisa ngezoom ke arah para penari. Tapi kalau tidak, lebih baik memilih tempat duduk di bagian agak depan. Tari Kecak dimulai dengan masuknya rombongan penari kecak mengalunkan suara kecak sekaligus membawakan tarian. Kemudian seorang Pinandita datang menyiramkan air suci kepada para penari kecak. 

Tari Kecak di Uluwatu ini membawakan sendra tari Ramayana yang mengisahkan pasangan Rama Sita yang sedang memadu kasih. Hingga kemudian datang kijang emas dan Rama meninggalkan Sita untuk memburu Kijang Emas tersebut.

Saat Rama meninggalkan Sita untuk memburu Kijang Emas, datang Rahwana yang terpesona dengan kecantikan Sita. Tapi Rahwana tidak bisa menembus lingkaran yang melindungi Sita. Tidak kekurangan akal, Rahwana menyamar menjadi orang tua untuk memancing Sita keluar dari lingkaran. Dan akhirnya Sita terjebak dan dibawa Rahwana ke istananya.

Matahari semakin tenggelam dan langit mengeluarkan semburat jingga di ufuk barat. Pemandangan indah ini membuat pesona pertunjukkan Tari Kecak ini menjadi berlipat ganda. Terpesona dengan keindahan alam dan terpesona dengan pertunjukan Tari Kecak di depan mata.

Kembali ke pertunjukan, scene berikutnya kita disajikan kesedihan Sita yang diculik Rahwana ke istananya. Tapi Sri Rama tidak tinggal diam. Beliau mengutus Hanoman untuk mencari tau keberadaan Sita. Pola tingkah Hanoman ini benar-benar membuat seluruh penonton tergelak. Melompat ke sana ke mari, sampai mencari kutu di kepala penonton. Dan yang paling membuat berdebar adalah saat Hanoman terkurung dalam lingkaran api. Wuiiihh... 

Seperti yang sudah saya bilang, pertunjukan ini cocok disaksikan semua usia lho. Bahkan anak-anak kecilpun terpesona menyaksikan pertunjukan ini. Selesai pertunjukan kita bisa berfoto dengan semua pendukung Tari Kecak ini. Gratis. Dan kami langsung antri buat foto dengan Hanoman. Sebenarnya saya juga mau foto dengan Sita, tapi ramai banget antriannya. Yah sudahlah... Pokoknya saksikan sendiri deh pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu ini. Dijamin ngga nyesel dan bakal terhibur maksimal.