17 August 2016

Terbang Bersama NAM Air

Terbang dengan maskapai baru yang belum pernah dicoba sebelumnya dalam sebuah perjalanan tentunya merupakan sebuah bonus tersendiri. Saya mengalaminya dalam trip ke Lampung beberapa waktu yang lalu. Saya berkesempatan mencoba maskapai NAM Air yang merupakan grup dari maskapai Sriwijaya Air yang telah lebih dahulu eksis dalam dunia penerbangan tanah air. Mau tahu pengalaman pertama saya menaiki maskapai NAM Air ? Yuk simak dalam Catatan Si Goiq kali ini. 

Saya menaiki pesawat NAM Air dalam perjalanan pulang dari Lampung menuju Jakarta. Tipe pesawat yang saya naiki saat itu adalah Boeing 737-500. Sepintas lalu nyaris tidak ada perbedaan antara maskapai Sriwijaya Air dan NAM Air. Dari segi warna di badan pesawat pun lebih kurang 11-12 antara Sriwijaya Air dan NAM Air. Tapi karena ini adalah dua maskapai yang berbeda, saya tetap super antusias untuk mengabadikan perjalanan ini.

Beberapa bagian pesawat yang cukup saya suka untuk di foto adalah bagian body, mesin dan ekor pesawat. Sayangnya karena saya masuk melalui pintu depan, saya jadi melewatkan untuk foto bagian ekor pesawat. Untungnya saya masih mendapat tempat duduk di samping jendela, sehingga masih sempat untuk foto bagian sayap pesawat.

Begitu memasuki kabin pesawat, saya nyaris tidak menemukan perbedaan berarti antara Sriwijaya Air dan NAM Air. Kecuali pramugarinya yang menurut saya lebih fresh dengan segaram warna biru. Selebihnya nyaris tidak ada yang berbeda. Mulai dari in flight magazine sampai snack. Kenapa saya bilang nyaris tidak ada perbedaan, karena pada saat berangkat ke Lampung 1 hari sebelumnya, saya menunggangi pesawat Sriwijaya Air. Jadi saya masih hapal persis apa yang saya rasakan dalam penberbangan sebelumnya.

Karena tidak menemukan banyak perbedaan, saya memutusklan untuk tidur saja di sisa perjalanan yang tersisa walaupun hal tersebut terbilang tanggung untuk penerbangan Lampung - Jakarta yang ditempuh sekitar 30 menit saja. Sebelum tidur saya mengabadikan dulu penerbangan ini bersama teman-teman saya. Lebih kurang beginilah penerbangan bersama NAM Air rasa Sriwijaya Air yang saya alami. Sampai berjumpa dalam cerita perjalanan berikutnya...