14 October 2016

Pecah Rekor MURI Di Lampung Festival Krakatau 2016

Masih ingat kan catatan perjalanan saya menghadiri Lampung Krakatau Festival 2016 ? Event tahunan yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi Lampung ini menyajikan banyak kegiatan yang bisa kita ikuti. Salah satunya adalah Jelajah Krakatau yang menyajikan banyak cerita seru. Event lain yang saya dan teman-teman blogger lain ikuti adalah Jelajah Semarak Budaya yang berlangsung di Tugu Gajah yang berada di pusat kota Bandar Lampung. Yuk simak keseruannya dalam Catatan Si Goiq kali ini.

Foto : Yopie Pangkey
Sekitar pk.14.30, saya dan teman-teman blogger sudah tiba di area venue Jelajah Semarak Budaya. Jalanan sudah mulai ditutup oleh pihak kepolisian. Karena belum ada tanda-tanda acara akan dimulai sementara cuaca sore itu cukup terik,, maka kami putuskan untuk numpang ngadem sebentar di Hotel Grand Anugerah. Barulah setelah iring-iringan karnaval datang, kami putuskan untuk keluar dari hotel dan memulai untuk foto-foto. Iring-iringan dimulai dengan kedatangan Gubernur Lampung beserta tamu kehormatan lainnya untuk menuju panggung utama tempat semua peserta karnaval akan melintas. Setelahnya datang 2 ekor gajah dari Way Kambas yang masing-masing ditunggangi Muli Lampung yang cantik-cantik. Gajah ini membawa karangan bunga dan langsung mengalungkannya kepada Gubernur Lampung, bapak M.Ridho Ficardo. 

Dan setelah pengalungan bunga, mulailah barisan karnaval Jelajah Semarak Budaya dimulai. Ada parade marching band dengan busana meriah dan bendera warna warni. Lalu ada pula parade perwakilan 15 kabupaten di Lampung yang menampilkan busana adat atau budaya khas setempat. Hanya sayang sekali, saya mendapat posisi yang kurang strategis untuk memotret sehingga foto-foto yang saya dapatkan kurang kece karena diambil dari samping. 

Parade tari-tarian yang di bawakan perwakikan kabupaten di Provinsi Lampung  nyaris membuat mata saya tidak berkedip. Apalagi para peserta parade ini menari diringi musik perkusi dengan rentak Melayu yang membuat darah Sumatera saya menggelegak. Setidaknya bisa mengikis sedikit rasa kesal karena mendapat posisi yang kurang bagus untuk memotret. Oh ya, saya sempat bertanya-tanya dalam hati. Kenapa yah mayoritas peserta karnaval memakai topeng ? Tapi saya langsung ingat Sekura yang identik dengan topeng dan merupakan budaya khas Lampung Barat. Pasti berhubungan dengan itu..

Tapi begitu iring-iringan peserta yang memakai busana karnaval yang besar dan megah tiba di panggung utama, rasa kesal kembali datang dalam diri saya. Tidak henti-hentinya saya merutuki diri saya yang terlalu pewe untuk tidak berusaha mencari tempat yang lebih strategis untuk memotret. Akibatnya banyak sekali kostum karnaval yang keren-keren dan tidak mampu saya abadikan. Uggghhh...

Selain parade marching band, tari-tarian, dan kostum karnaval yang megah. Tampak pula dalam barisan karnaval ini deretan mobil hias yang mewakili instansi atau perkumpulan daerah tertentu di wilayah Lampung. Dan lagi-lagi saya merutuki diri yang tidak bisa keluar untuk memotret deretan mobil hias yang tidak terlihat dari posisi tempat saya memotret. Kerumunan masyarakat yang sangat antusias dengan Jelajah Semarak Budaya ini membuat saya kesulitan bergerak. Yang jelas, beberapa mobil hias ini terlihat membagi-bagikan souvenir yang mereka bawa kepada masyarakat yang menonton.

Puncak acara Jelajah Semarak Budaya ini ditutup dengan pelepasan balon warna warni ke angkasa yang diikuti dengan tembakan confetti yang sangat meriah. Dan pertanyaan saya sebelumnya, kenapa para peserta banyak yang memakai topeng terjawab sudah. Ternyata di akhir acara ini ada pemecahan rekor MURI di mana semua peserta karnaval, tamu kehormatan dan pengunjung memakai topeng bersama-sama. Lebih dari 1000 orang memakai topeng dalam Jelajah Semarak Budaya yang merupakan bagian dari Lampung Krakatau Festival 2016. Trus saya jadi kesal lagi dong. (Duh Goiq ini sensi melulu deh..). Tahu ada pemecahan rekor MURI kan saya bisa siapin topeng juga biar bisa ikutan pakai topeng. Tapi sudahlah, yang penting saya senang bisa menyaksikan secara langsung pemecahan rekor MURI ini.


Pas lagi asyik foto-foto, terus kita melihat Hamish Daud sang presenter acara My Trip My Adenture yang tengah menjalani syuting di Lampung. Langsung saja deh bang Hamis kita keroyok buat foto bareng. Hahahaha... Sebenarnya sih kita sudah melihat Hamish dari saat akan menuju Gunung Anak Krakatau, tapi baru sempat foto bareng yah saat di sini. Plus dapet bonus juga karena saya dan teman-teman blogger lainnya juga bisa berfoto bersama Gubernur Lampung, Bapak Ridho Ficardo dan sang istri, ibu Yustin Ficardo. Ahh senang banget bisa seru-seruan di Jelajah Semarak Budaya. Pokoknya tahun depan saya jadi pengen datang lagi di Lampung Krakatau Festival untuk menebus salah posisi motret yang bikin saya keki dan uring-uringan. Hahahaha.. Nyok ah kita jelajahi bumi Indonesia...