05 June 2017

5 Tips Bila Tertahan Di Imigrasi Negara Lain

Ceritanya saya baru baca mention dari mbak Ira Itikkecil di Twitter. Dalam cuitannya, mbak Ira menuliskan kalau dia teringat saya yang sempat tertahan di Imigrasi Hong Kong beberapa tahun lalu. Trus saya jadi mikir, ada apa yah kok mbak Ira tiba-tiba ngetweet begini. Usut punya usut ternyata hal yang sama baru kejadian pada Ustad Solmed di Singapura. Okelah kalau begitu, mumpung berita ini lagi lumayan trending. Saya akan berbagi beberapa tips berdasarkan pengalaman saya pribadi, apa saja yang sekiranya harus teman-teman lakukan bila kejadian semacam ini menimpa kalian saat sedang traveling di negara lain.


Sedikit info, saya dua kali sempat tertahan saat akan melewati Imigrasi. Yang pertama saat akan memasuki Imigrasi Singapura. Saat itu saya menempuh perjalanan malam hari dari Kuala Lumpur dengan menggunakan bus dan tiba di Imigrasi Singapura sekitar pk.02.30 dinihari. Dalam kondisi badan yang lelah dan  mata yang super mengantuk, saya salah masuk jalur untuk warga negara Singapura. Lalu diminta untuk pindah dan ternyata saya kembali melakukan kesalahan karena membiarkan tiket bus yang berisi data-data bus yang saya naiki dibawa oleh teman saya. Jadilah saya sempat digelandang masuk ke kantor dan diwawancarai seputar keperluan saya masuk ke Singapura. Sekitar satu jam, saya cukup memuaskan pertanyaan petugas Imigrasi Singapura dan paspor saya akhirnya diberi setmpel dan diserahkan pada saya meskipun bus yang membawa saya dan teman saya sudah keburu cabut. 


Kali kedua saat saya berkunjung ke Hong Kong. Saat itu saya pergi ke Hong Kong di bulan Februari dan cuaca masih cukup dingin. Saya yang tiba tengah malam memutuskan untuk mengikuti rasa kantuk dan tertidur di bangku transit. Saya terbangun pagi-pagi dan sempat googling apakah bermasalah atau tidak bila tertidur di ruangan transit tanpa keluar Imigrasi terlebih dahulu. Beberapa artikel yang saya temukan waktu itu sih mengatakan tidak apa-apa. Jadilah saya pede keluar menuju imigrasi sambil mengikuti antrian penumpang pesawat yang baru mendarat di Hong Kong pagi itu. Ternyata sepandai-pandainya saya bersikap tenang, tetap ada sudut kecemasan di mata saya yang bisa jadi terbaca oleh petugas Imigrasi. Petugas memeriksa boarding pass saya dan menanyakan kenapa saya baru keluar jam segitu. Tidak ingin membuat masalah dengan berbohong, saya jujur berkata kalau saya ketiduran. Lalu petugas memberitahu kalau saya tidak boleh tidur di bangku transit kecuali memang akan melanjutkan penerbangan. Jadilah untuk kali kedua saya digelandang lagi ke kantor Imigrasi Hong Kong. Untungnya karena semua detail perjalanan dan tujuan saya sudah di print sebelumnya. Saya lebih cepat meninggalkan kantor Imigrasi. hanya sekitar 15 menit saja ditanya-tanya oleh petugas. 

Buat saya sih sebenarnya ini pengalaman memalukan. Tapi mengingat hal ini kembali jadi omongan publik setelah apa yang dialami oleh Ustad Solmed, maka saya memutuskan untuk berbagi tips. Bukan nyumpahin lho yah, tapi setidaknya bila suatu saat hal seperti ini kejadian pada teman-teman. Minimal kalian tahu apa yang akan dilakukan. 

1. Tetap Tenang

Dua kali saya mengalami kejadian tertahan saat akan memasuki Imigrasi Singapura dan Hong Kong, saya menemukan sebuah benang merah. Bahwa mata petugas imigrasi itu benar-benar tajam, setajam silet. Dia bisa melihat titik kecemasan di mata kita meskipun kita berusaha kuat untuk menyembunyikannya. Yang harus kalian lakukan bila ini terjadi, tetaplah bersikap tenang dan kooperatif. Jangan membantah apapun yang petugas minta. Lebih-lebih kalau kalian tidak merasa melakukan kesalahan apapun. Intinya, kita lagi ada di negara orang, ikutilah peraturan mereka meskipun kita tidak tahu apa salah kita. 

2. Siapkan Dokumen Perjalanan

Semua kunjungan saya di kantor Imigrasi pasti akan ditanya kemana tujuan kita saat akan memasuki negara mereka. Akan lebih baik kalau teman-teman sudah menyiapkan agenda perjalanan yang di print dan dokumen-dokumen lain seperti paspor, tiket pulang, print booking hotel, uang tunai dan sebagainya. Biasanya sih setelah melihat dokumen perjalanan yang kita miliki, petugas imigrasi akan lebih melunak. Ini yang terjadi pada saya ketika tertahan di Singapura. Karena saat itu merupakan kunjungan dadakan setelah melancong di Kuala Lumpur, saya tidak memiliki detail perjalanan yang komplit. Akhirnya saya malah tertahan cukup lama di sana untuk meyakinkan petugas kalau saya memang ingin berlibur. Oh ya, walaupun kita bepergian bareng teman-teman, pastikan semua dokumen perjalanan termasuk tiket pesawat dan tiket bus (bila masuk Imigrasi menggunakan bus) kalian pegang sendiri. Karena kalau kejadian tertahan di Imigrasi, semua dokumen itu biasanya akan ditanyakan oleh petugas.

3. Jawablah Pertanyaan Dengan Meyakinkan

Biasanya petugas imigrasi akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada kita. Mulai dari pertanyaan yang bersifat personal hingga pertanyaan-pertanyaan yang bersifat global. Ini bukan ujian yah teman-teman. Tapi, jawablah pertanyaan-pertanyaan itu semeyakinkan mungkin. Toh mereka juga bertanya tidak membentak-bentak kok. Mereka bertanya dengan ramah sekali. 

4. Berikan Bukti Atas Jawaban Yang Kita Berikan

Sewaktu di Imigrasi Singapura, setelah menjawab beberapa pertanyaan saya menyimpulkan kalau si petugas imigrasi mencurigai saya sebagai tenaga kerja ilegal. Kalau mengingat bagaimana penampilan saya saat itu sih rasanya sangat masuk akal. Mas-mas dengan penampilan berantakan yang mengantuk berat dengan bahasa Inggris yang belepotan. Untungnya waktu itu saya bawa laptop. Lalu saya buka laptop dan menunjukkan foto-foto saya saat sedang traveling di berbagai tempat yang ada di dalam laptop. Setelah melihat foto-foto tersebut, saya merasa petugas semakin yakin kalau saya bukan tenaga kerja ilegal. 

5. Kooperatif Bila Memang Ada Kesalahan

Kadang ada beberapa peraturan negara lain yang tidak kita pahami. Seperti misalnya batas membawa rokok yang masih bisa ditoleransi. Kalau memang hal seperti ini yang menimpa kalian, akui saja kalau memang tidak tahu mengenai peraturan tersebut. Biasanya kita akan diminta membayar denda. Dengan bersikap kooperatif, kita juga akan lebih cepat menyelesaikan urusan Imigrasi ini.

Paling itu dulu sih beberapa tips yang saya terapkan untuk diri sendiri saat tertahan di Imigrasi negara lain. Mudah-mudahan sih teman-teman tidak sampai mengalaminya. Tapi bila memang hal itu terjadi, minimal teman-teman sudah pernah membaca tulisan saya ini dan bisa menerapkan apa saja yang mungkin bisa disiapkan dengan baik. Selamat melanglang dunia.

35 comments:

  1. Aku belum pernah keluar negeri tapi makasih ya tipsnya kali aja nanti keluar negeri hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mudah-mudahan bisa berguna ya :)

      Delete
  2. artikel cepat tanggap ini, keren deh ARIE bisa share pengalaman secepat ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena semuanya masih tesrimpan di memori mbak Sash

      Delete
  3. Mantabb mas.. kuncinya memang tenang dan pede aja.. jangan lupa dokumen pendukung harus disiapkan dengan rapi

    ReplyDelete
  4. Tips yang sangat bermanfaat.

    Lha kalau penampilan kamu yang keren di curigai pihak imigrasi. Bagaimana dengan penampilanku yang ndeso ya? Langsung di ciduk kayaknya. Hahahahaha....

    ReplyDelete
  5. ah, kangen dinas ke LN (lagi) #cekpaspor

    ReplyDelete
  6. betul kalau ke LN itu dokumennyw harus lengkap.

    ReplyDelete
  7. Replies
    1. hahahahaha.. itu pas gw sama Okto Jus

      Delete
  8. Aku juga kena kemaren di imigrasi singapura, persis bgt via darat dri KL juga, hampir orang indo semua kena, mungkin karena ada beberapa isu saat itu. Dan untungnya gak lama sih hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah-mudahan sih jangan sampai kejadian lagi yah kak.

      Delete
  9. Keren bingits. Bermanfaat sekali,kadang hal itu bsa trjadi pada kita semua. Untung ada artikel ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mas, hal kaya gini bisa aja kejadian sama kita

      Delete
  10. Kalau saya mas pernah punya pengalaman bikin deg2an pas mau keluar Singapore, di Changi, di warning ga boleh masuk singapore. Untungnya pas ke Singapura february kemarin lancar2 saja.
    Pengalaman saya disini

    ReplyDelete
    Replies
    1. serem banget yah kak pengalamannya

      Delete
  11. Wah gw jg pernah jaman dulu pas pertama kali ke luar negeri. Masuk Spore pakai ferry dari Batam, petugas imigrasinya ga cap paspor gw & krn first timer kaga ngerti apa2 jd gw ga cek paspor. Pas mau keluar Spore naik kereta malam ke KL, ketauan pas cek paspor & digiring ke kantor. Mana dini hari lg ngantuk2nya, pasang tampang innocent aja jwb2 pertanyaan. Untung cepat dilepas & ga ketinggalan kereta bs sampai KL dgn selamat. Pelajaran berharga banget skrg tiap lewat imigrasi perhatikan baik2 cap nya jgn sampai ada kesalahan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul Ka, pokoke harus teliti deh. Beda negara beda perlakuan pokoknya

      Delete
  12. terimaksih mas, sudah berbagi pengalaman, mungkin suatu saat nanti kit membutuhkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama. terima kasih juga sudah mampir :)

      Delete
  13. Terima kasih tipsnya mas,
    Tapi semoga saja jangan sampe kejadian deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama kak. semoga berguna :)

      Delete
  14. Wuaaah... tips yang sangat berguna ini, suzan pernah malah gak boleh keluar dari bandara SMB pas pulang dari Hongkong

    ReplyDelete
    Replies
    1. hah ? kenapa tuh San ?

      Delete
  15. Iya, mestinya harus tenang dan gak usah mempertanyakan terlalu keras, ikutin alur aja. Kayaknya si solmed terlalu keras ya.

    omnduut.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku bingung bisa sampe seharian gitu

      Delete
  16. Dilihat dari tulisannya. Kakak ini memang benar benar berpengalaman masalah backpacking

    ReplyDelete
  17. Benar benar berguna sekali khususnya kita yang masih newbie

    ReplyDelete
  18. terima kasih atas tips - tips nya sangat berguna sekali... terutama bagi para pemula..

    ReplyDelete
  19. Wah keren, nih tipsnya. Buat jaga-jaga kalau nanti dapet masalah kayak gini juga ya mas.

    ReplyDelete
  20. Manttaap, terbaik tips-tipsnya. Dah bener-bener pengalaman nih..

    ReplyDelete

Terima kasih....