24 April 2017

Kedai Pak Ciman, Sensasi Nasi Kapau Dalam Resto Kekinian

Makan di resto Padang ? Ah, rasanya ini mungkin sudah jadi kebiasaan banyak orang di berbagai tempat. Karena resto Padang sendiri bisa jadi ada di seluruh pelosok Indonesia. Resto Padang bentuknya juga mirip-mirip antara yang satu dengan yang lain. Ada etalase kaca di bagian depan yang berisi menu-menu yang bisa disantap hari itu. Nah, waktu saya pulang ke Palembang beberapa waktu yang lalu, saya diajak abang saya makan di Kedai Pak Ciman yang kebetulan dekat sekali dari rumah. Jalan kakipun juga bisa saking dekatnya. Kedai Pak Ciman ini katanya lagi hits banget di Palembang. Jadi penasaran dong saya. Nah, teman-teman yang juga penasaran, bisa baca reviewnya dalam Catatan Si Goiq kali ini.
Sepulang dari rumah sakit sehabis menjaga ayah, abang mengajak saya untuk makan siang yang sudah super terlambat hari itu. Kami tiba di Kedai Pak Ciman sekitar pk.15.30 sore. Meskipun sudah tidak bisa dibilang jam makan siang lagi, ternyata suasana kedai masih sangat ramai. Kami sampai harus parkir di halaman rumah seberang kedai yang digunakan untuk parkir. Tidak hanya di luar saja yang ramai. Di dalam pun masih sangat ramai dengan orang-orang yang sedang menyantap makanan. Susana di dalam memang menyerupai cafe hits masa kini. Penuh dengan warna-warni dan Instagramable. Ada pula area playground kecil untuk keluarga yang membawa anak-anak kecil. Setelah menunggu beberapa saat, kami mendapatkan meja untuk makan. 

Kedai Pak Ciman ini buka dari pagi hari dengan menjual aneka sarapan tradisional. Jam operasiona mereka mulai pk.07.00 - 22.00. Menu-menu spesial mereka bisa kita lihat di papan yang berada di depan pintu masuk dan digantung di dinding kedai. Lumayan memudahkan kita untuk tahu sekaligus memesan menu tersebut.

Kedai Pak Ciman ini memiliki menu andalan Nasi Kapau. Salah satu yang membedakan resto Padang dengan rumah makan Nasi Kapau adalah peletakan makanan. Kalau di resto Padang, makanan diletakkan dalam etalase kaca yang lebih tinggi. Sedangkan rumah makan Nasi Kapau meletakkan menu-menu yang mereka hidangkan lebih rendah dari si penjual. Persis seperti saya pernah saya coba sendiri di Pasar Ateh Bukittinggi. Soal rasa makanan sih rasanya tidak perlu diragukan, karena Kedai Pak Ciman ini masih satu pemilik dengan RM Pagi Sore yang tidak hanya sudah populer di Palembang dan sekitarnya, tapi juga sudah punya nama di Jakarta. 

Dan saat yang ditunggu-tunggu tiba, waktunya untuk memilih menu. Karena saat itu sudah bukan jam makan siang, maka saya boleh memilih menu langsung di depan. Begitu yang dikatakan oleh salah satu staff di sana. Saya tidak tahu pasti apakah saat jam makan siang yang konon katanya bisa 2x lipat lebih ramai dari saat saya datang tempo hari itu, kita hanya bisa bisa memesan menu dan kemudian diantarkan ke meja masing-masing. Yang jelas saya senang karena bisa pesan langsung sekaligus foto-foto. Kata abang saya, menu favorit di sana adalah jengkol. Tapi sayang, saat saya datang jengkolnya sudah habis. Ah sudahlah, toh saya juga tidak suka jengkol. Untungnya gulai usus favorit saya masih ada. Rasa menu yang disajikan enak sekali. Semua kaya rasa. Gulai ususnya persis sama seperti yang saya makan di Bukittinggi, di bagian dalamnya berisi tahu dan telur. Top markotob !

Duh, saking menikmati makanan sampai lupa kalau saya ini ada di Palembang dan bukan di Bukittinggi. Hahahaha.. Untuk harga makanan, memang lebih mahal dibandingkan resto Padang kebanyakan, tapi masih masuk akal dan sebanding dengan tempat serta rasa makanan yang saya nikmati. Kalau datang lagi, saya mau cicip menu sarapan pagi mereka. Gimana, sukses bikin laper ? Cobain yuk...

Kedai Pak Ciman
Jalan Angkatan 66 No.776
Simpang Pipa Reja, Palembang