22 June 2017

Supir Taksi Pun Berani Bermimpi Ke Tanah Suci

Bulan Ramadhan yang penuh berkah dimanfaatkan oleh individu maupun perusahaan untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan. Salah satunya dilakukan oleh Blue Bird, sebuah perusahaan transportasi penumpang yang sudah memiliki banyak anak perusahaan yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Simak yuk liputan saya saat menghadiri acara Buka Puasa Bersama yang diadakan oleh Blue Bird.

Tentunya kita sudah sangat familiar dengan nama Blue Bird dan mungkin sering menggunakan salah satu layanan yang mereka sediakan. Saya sendiri lumayan sering menggunakan taksi Blue Bird untuk keperluan mobilitas saya. Mulai dari urusan perjalanan dalam kota hingga yang agak jauh ke airport. Armada taksi Blue Bird sendiri sangat banyak karena untuk taksi Blue Bird sendiri saat ini sudah beroperasi di beberapa kota besar di Indonesia. Armada yang besar tentunya juga membutuhkan driver yang banyak. Kadang terbesit pertanyaan di benak saya, bagaimana yah kesejahteraan para pengemudi taksi Blue Bird ini ? Dan pertanyaan ini terjawab saat menghadiri acara buka puasa bersama yang diadakan oleh Blue Bird beberapa hari yang lalu.

Blue Bird ternyata sangat memperhatikan kesejahteraan para pengemudi taksi yang mereka miliki. Tidak hanya para pengemudi saja lho, bahkan ada program untuk para istri pengemudi dan beasiswa untuk anak-anak mereka. Tidak hanya kesejahteraan, bahkan kebutuhan rohani juga sangat diperhatikan oleh Blue Bird untuk para pengemudi taksi. Sejak tahun 1990an, Blue Bird memberikan fasilitas haji gratis kepada para pengemudi setiap tahunnya. Belakangan, program haji ini dialihkan menjadi program umroh mengingat daftar tunggu haji yang sangat panjang. Ketua DPP Serikat Pekerja Blue Bird, bapak Marzuki mengatakan kalau dirinya sangat bersyukur dengan adanya fasilitas umroh yang diberikan oleh perusahaan ini. Senada dengan yang dikatakan Pak Marzuki, dua pengemudi taksi yang sudah diberangkatkan Umroh oleh Blue Bird pada tahun 2016 yaitu Bapak Farid Budiman dan Bapak Sadiqis mengungkapkan rasa syukur mereka, karena Blue Bird membuat mimpi berangkat ke Tanah Suci yang sepertinya mustahil bagi pengemudi taksi seperti mereka bisa jadi kenyataan. 

Tidak hanya program internal, Blue Bird juga memberikan dukungan kepada Rumah Singgah Harapan Valencia dengan memberikan bantuan alat-alat tulis, buku bacaan, perlengkapan menggambar hingga sarana transportasi untuk membantu perjalanan anak-anak dari Rumah Singgah ke Rumah Sakit. Mbak Mieke Randa selaku Founder Rumah Singgah Harapan bercerita mengenai Rumah Harapan yang dijalankan bersama para tenaga relawan untuk mendampingi anak-anak yang menderita penyakit serius. Beberapa anak-anak yang didampingi di Rumah Harapan antara lain penderita penyakit kanker dan jantung. Karena seriusnya penyakit yang diderita anak-anak ini, membuat team relawan harus bolak-balik rumah sakit untuk mengantarkan anak-anak ini saat datang serangan sakit atau untuk sekedar kontrol. Apalagi bila ada anak yang sakit tengah malam. Tentunya lumayan susah mencari kendaraan untuk menuju Rumah Sakit. Dengan adanya bantuan sarana transportasi dari Blue Bird, tentunya sangat membantu aktifitas dari Rumah Harapan menuju Rumah Sakit. Oh ya, di Rumah Harapan semua anak-anak tetap terpenuhi kebutuhan berlajar dan bermain mereka. 


Luar biasa bukan apa yang sudah dilakukan oleh Blue Bird ? Mudah-mudahan program-program yang dilakukan oleh Blue Bird ini terus berkelanjutan sehingga bisa membantu lebih banyak orang. Dan yang jelas para pengemudi taksi pun sudah tidak takut bermimpi untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci.