21 January 2018

Akhir Pekan Ceria Di Sandalwood Boutique Hotel

Lembang adalah salah satu tempat di Jawa Barat yang memiliki beragam tempat wisata. Mulai dari tempat wisata kuliner hingga tempat wisata ala kids jaman now. Rasanya kalau cuma sehari di Lembang bakalan kurang banget deh waktunya. Apalagi setiap tahun rasanya selalu ada saja yang baru hadir di Lembang. Pilihan tempat menginap di Lembang juga semakin beragam lho. Salah satunya adalah Sandalwood Boutique Hotel yang kece banget. Simak yuk pengalaman saya menginap di sana dalam Catatan Si Goiq kali ini.

Berlokasi di dekat tempat-tempat wisata terkenal di Lembang, Sandalwood Boutique Hotel ini cocok banget dijadikan pilihan menginap bersama keluarga atau teman-teman sembari menikmati udara Lembang yang sejuk. Susana hotel sendiri sangat nyaman seperti di rumah sendiri mulai dari pertama kali menginjakkan kaki di halaman depan. Begitu masuk bagian resepsionis, saya langsung teriak wow. Tempat foto-foto kece sudah bisa dimulai dari lobby nih. Hahahaha... 

Kalau tampak dari luar, bangunan Sandalwood Boutique Hotel ini terlihat seperti rumah yang hangat. maka begitu masuk ke bagian dalam saya semakin terpukau. ternyata luas banget di dalemnya. Kamar-kamar hotel berada di bagian pinggir dan di bagian tengah ada lapangan rumput yang hijau dan luas serta kolam renang. Yang bikin segar banget adalah pohon-pohon pinus yang berada di area ini. Hmmm.. Pastinya bakalan bikin mager berada di sini. Tidak hanya itu, area interior hotel juga sangat memukau dengan lukisan dan beberapa quote. Yang pasti sih, jangan pernah hanya bawa satu baterai kamera dan 1 memory card. Soalnya kamu bakalan mendadak eksis di depan kamera kalau sudah berada di sini.

Saya beruntung mendapat salah satu kamar dengan interior paling gress yang ada di Sandalwood Boutique Hotel. Tipe kamar Acasia ini berukuran lumayan besar kalau menurut saya. Interiornya ciamik banget dengan tempat tidur super empuk dan lukisan-lukisan kekinian. Semua kamar yang ada di sandalwood Boutique Hotel ini ngga ada yang pakai AC lho, tapi di udara Lembang yang sejuk sih AC ngga perlu juga sih di sini. Buktinya malam hari sampai paginya saya tetap mager di dalam selimut saking dinginnya. Hahahaha..

Bagi orang semi workaholic seperti saya yang kemana-mana harus bawa laptop buat ngecek email kantor atau pekerjaan, keberadaan meja kerja di hotel pastinya bakal berguna sekali. Dan saya suka banget dengan meja kerja di kamar ini. Meja kerja yang mungil tapi banyak pernak pernik menarik. benar-benar membangkitkan hasrat buat buka laptop dan bekerja. Padahal biasanya males, tapi di sini jadi semangat. Rasanya meja kerja dan pernak perniknya ini pengen dibungkus buat dibawa pulang ke rumah. Biar semangat kerja saja kalau di rumah juga bisa bergairah kaya di sini. 

Salah satu sudut yang saya suka di kamar ini adalah jendela besar yang menghadap ke bagian tengah hotel. Apalagi ada kursi kuning lucu dan meja yang juga Instagramable banget. Tinggal buka tirai lebar-lebar, maka suasana kamar akan menjadi terang benderang plus bisa menikmati kopi atau teh sembari ngobrol sama pasangan. Ehh..  pasangan mana pasangan ??? Kalau butuh udara dari luar, tinggal buka jendela saja, maka udara Lembang yang segar akan masuk ke dalam kamar. Dari jendela ini kita bisa ngintip orang berenang lho. Ya ampun ngintip banget bahasanya. Hahahahaha... Pokoknya banyak banget aktivitas yang bisa dilakukan dari jendela ini. 

Fasilitas di dalam kamar juga cukup lengkap dan membuat mager buat ke mana-mana. Menonton TV di dalam dekapan selimut tebal ditambah lagi sambil menikmati kopi atau teh panas rasanya cukup menyempurnakan alasan untuk tidak keluar kamar. 

Biasanya area kamar mandi seringkali kurang terpikirkan untuk dibuat sesuatu. Tapi Sandalwood Boutique Hotel ini niat banget membuat area kamar mandi menjadi sebuah tempat yang tidak kalah nyaman seperti area kamar yang sudah saya uraikan di atas. Lihatlah beberapa pernak pernik di tembok kamar mandi. Ditambah lagi pencahayaan yang baik membuat area kamar mandi tidak kalah menariknya untuk dijadikan area foto-foto. 

Cuaca yang dingin memang selalu membuat perut keroncongan. Tapi jangan sedih, saya ngga perlu keluar jauh-jauh buat mengisi perut yang keroncongan. Cukup jalan ke area lobby karena di sana ada Bapa Kopi yang memiliki interior menarik dengan beragam pernak pernik mungil yang rasanya sayang dilewatkan untuk dijadikan lokasi foto-foto berikutnya. Sembari menunggu menunggu menu yang dipesan tiba, saya numpang jeparet jepret mulai dari area barista sampai area sofa. Saking asyiknya foto-foto sampe ngga sadar kalau menu yang dipesan sudah ada di meja. Yah sudahlah, mari kita makan malam dulu. Untuk makan malamnya, saya pesan Nasi Rames Mandara dengan cumi goreng tepung dan sambal matah. untuk minumnya saya pesan secangkir susu segar panas. Ahh nikmat sekali disantap di udara malam lembang yang dingin. 

Sarapan pagi berlangsung di restaurant yang berada di bagian belakang gedung hotel yang kebetulan satu area dengan lokasi kamar yang saya tempati berada. Restaurant nya memiliki interior dengan dominasi unsur kayu yang kece banget. Dan sama halnya seperti area lain di hotel, ada banyak pernak pernik menarik yang menjadikan restaurant ini tempat yang juga tidak kalah menarik untuk dijadikan lokasi foto-foro kece kalian di sini. Pilihan menu arapan pagi juga beragam, mulai dari makanan ringan seperti kue cubit atau siomay hingga makanan berat seperti nasi dan roti. Tinggal dipilih sesuai selera. Entah karena faktor udara Lembang yang dingin aatau bagaimana, yang jelas saya sangat lahap sekali menikmati banyak makanan saat sarapan pagi di sini. 

Kelar makan, saya langsung gerak cepat buat foto-foto di beberapa spot menarik di area restaurant dan beberapa area hotel lainnya. Beneran sih kata kak Pungky Prayitno, hotel ini selalu ada di sudut yang Instagramable setiap jarak 5cm. Hahahaha.. Salah satu spot favorit adalah area sofa dengan gambar mural kuda di belakangnya. 

Buat yang suka berenang, ada kolam renang juga lho di Sandalwood Boutique Hotel. Tapi kolam renang di sini sepertinya agak ramai menjelang siang atau di sore hari. Mungkin karena udara Lembang yang sejuk yang membuat air kolam juga terasa dingin. Tapi adanya kolam renang bisa dijadikan pilihan untuk mager lebih lama di hotel. Hahahaha..


Dan ternyata semua tipe kamar di Sandalwood Boutique Hotel ini memiliki desain yang berbeda-beda lho. Saya sempat melihat-lihat beberapa tipe kamar lain yang ada di sini dan ternyata kamar-kamar lainnya juga tidak kalah kece dengan kamar yang saya tempati. Pantes banyak tamu yang kalai menginap lebih dari satu malam pada mau pindah ke kamar yang berbeda di malam berikutnya. 

Kamar paling besar yang ada di Sandalwood Boutique Hotel adalah tipe Jasmine yang cocok banget untuk keluarga atau pergi rombongan bareng beberapa teman-teman. Karena di dalam kamar ada 2 tempat tidur ukuran besar, ada living room dengan sofa-sofa yang nyaman, serta ada ruang makan dan kamar mandi yang nyaman. Waaaww.. bisa banget nih buat liburan bareng keluarga berikutnya. 

Gimana ? Seru banget kan liburan akhir pekan saya di Sandalwood Boutique Hotel Lembang. Bisa dijadikan salah satu referensi menginap kalau mau liburan dan berkunjung di tempat-tempat wisata di Lembang. Bukan cuma dapet tempat menginap yang asyil, tapi kalian juga bisa dapet stok foto untuk update di Instagram selama setahun saking banyaknya nya lokasi foto kece di sini. Langsung saja datang atau hubungi ke :

Jalan Seskouau No. 1 Lembang, Jawa Barat
Telp. +62 22 2786104

07 January 2018

Skytrain Permudah Akses Antar Terminal di Bandara Soekarno Hatta

Saya pernah punya pengalaman harus berpindah terminal di Bandara Soekarno Hatta karena beda maskapai. Dan saya yakin ada banyak penumpang lain yang lebih sering lagi merasakannya. Dulu saya bingung setengah mati harus naik apa untuk pindah dari Terminal 1 ke Terminal 2 ? Jalan kaki rasanya kok lumayan jauh yah. Naik shuttle yang melayani perpindahan penumpang antar terminal, tapi kok tidak ada petunjuk harus menunggu di mana dan jam berapa saja shuttle tersebut akan melintas. Walhasil karena jarak keberangkatan cukup mepet mengingat saya sudah delay dari penerbangan sebelumnya, maka saya ketinggalan pesawat begitu sampai di Terminal 2. Padahal kalau saya lebih cepat tiba di Terminal 2, bisa jadi saya tidak akan tertinggal pesawat. dan sekarang saya dan penumpang lainnya bisa bersuka hati dengan kehadiran Skytrain yang menghubungkan semua Terminal di Bandara Soekarno Hatta. Apa sih Skytrain ? Simak yuk dalam Catatan Si Goiq kali ini.

Skytrain adalah moda transportasi berupa kereta dengan lintasan khusus yang dibangun, sehingga tidak mengganggu dan tidak terganggu dengan kepadatan lalu lintas di area bandara. Setiap penumpang di semua terminal, baik Terminal 1, Terminal 2 dan Terminal 3 bisa menggunakan Skytrain secara gratis dengan jam-jam keberangkatan yang bisa dilihat di semua stasiun. Jadi sangat memudahkan penumpang yang ingin berpindah Terminal dengan cepat. Skytrain ini juga terhubung dengan Stasiun SHIA yang akan membawa penumpang dari dan menuju kota Jakarta dengan menggunakan kereta Railink

Stasiun Skytrain sendiri berada di setiap Terminal yang ada di bandara Soekarno Hatta. Kondisi stasiun sangat bersih dengan lantai yang mengkilap dan tanpa sampah yang berserakan. Mudah-mudahan kebersihan ini selalu terjaga meskipun penumpang sudah sangat familiar dengan transportasi ini. Ruang tunggu di stasiun juga dilengkapi dengan sejumlah kursi. Nyaman banget lah menunggu kereta tiba.

Kalau dulu saya suka kebingungan menunggu kapan shuttle akan tiba, di stasiun Skytrain ini justru semua jadwal tersedia dan bisa kita lihat. Jadi kita bisa mengukur jam berapa kita akan tiba di Terminal tujuan kita. Rata-rata sih kereta akan berangkat setiap 30 menit. Tidak hanya itu, jadwal penerbangan maskapai juga bisa kita lihat di stasiun Skytrain ini. Berguna banget kan ?

Interior dalam kereta juga kece banget. Tempat duduk tersedia, walaupun kalau penumpang sedang banyak pasti ada juga yang berdiri bergelantungan. Tapi tetap nyaman kok. Apalagi jarak antar terminal rata-rata hanya 3 menit saja. jadi berdiri sebentar masih oke lah kalau menurut saya. Saya pribadi senang banget dengan kehadiran Skytrain ini. kalau kebetulan saya tiba di bandara lebih awal, saya masih bisa jalan-jalan dulu ke Terminal 2 atau Terminal 3 yang lebih banyak tempat makan dari brand ternama. Asyik kan ? Yuk cobain naik Skytrain, transportasi ini gratis lho ! 

04 January 2018

Bebas Macet Dari dan Ke Bandara Soekarno Hatta Naik Kereta Railink

Buat warga Jakarta dan sekitarnya, tentu sudah paham sekali kalau perjalanan menuju Bandara Soekarno Hatta adalah sebuah perjalanan yang rada sulit diukur jarak tempuhnya. Saya pribadi selalu berangkat menuju bandara minimal 3 jam sebelum jadwal keberangkatan. Teman saya malah ada yang selalu berangkat 5 jam sebelum jadwal keberangkatan. Intinya sih semua sepaham kalau lebih baik menunggu lama di airport ketimbang ditinggal pesawat. Tapi bisa jadi kehadiran kereta bandara Railink akan menjadikan cerita perjalanan menuju bandara Soekarno Hatta akan menjadi lebih berwarna dan lebih terukur jaraknya. Simak yuk pengalaman saya naik kereta yang baru diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden Jokowi pada tanggal 2 Januari 2018 kemarin.

Sepulang dari perjalanan liburan akhir tahun, saya memutuskan untuk naik kereta Railink yang menuju stasiun BNI City Sudirman. Awalnya saya pikir akan penuh karena baru saja diresmikan oleh Presiden Jokowi sehari sebelumnya. Tapi dugaan saya meleset, saat saya tiba di stasiun Soekarno Hatta Airport, suasana malah terlihat sangat lengang. Suasana lengang ini saya manfaatkan untuk foto-foto area stasiun yang besar dengan langit-langit yang tinggi.

Yang berikutnya terpikirkan oleh saya setelah puas mengambil foto adalah membeli tiket kereta. Ada 2 lokasi pembelian tiket, yang pertama ada di lantai dasar dan yang kedua naik ke lantai satu.  Saya memutuskan naik ke lantai satu sekalian untuk melihat-lihat suasana stasiun. Pembelian tiket kereta Railink sudah menggunakan metode cashless. Jadi pastikan teman-teman memiliki kartu kredit berlogo Visa atau menggunakan kartu debet dari beberapa bank ternama. Awalnya saya lumayan bingung untuk mengoperasikan mesin tiket ini, untungnya ada petugas yang ditempatkan untuk membantu penumpang yang mengalami kesulitan seperti saya. Mudah-mudahan sih petugas seperti ini tetap dipertahankan walaupun orang-orang akan semakin familiar menggunakan mesin ini. 

Tiket saya akhirnya keluar. Tidak hanya tiket saja, kita juga akan menerima bukti pembelian tiket yang sudah kita bayarkan. Jadi bisa bernafas lega kalau bepergian dinas kantor yang butuh nota-nota semacam ini. Semua penumpang yang membeli tiket dijamin bakal dapet tempat duduk kok. Jadi ngga usah kuatir berdiri dengan banyak bawaan sepanjang perjalanan. Oh ya, tiket kereta harap disimpan baik-baik sampai di tujuan nanti yah.

Sambil menunggu jadwal keberangkatan kereta, kita bisa menunggu di waiting lounge yang sudah disiapkan. Saya belum tahu kondisi waiting lounge di stasiun lain, yang jelas yang saya lihat di stasiun SHIA ini nyaman banget. Ada banyak sofa dan colokan. Bahagia banget ngga tuh ? Yang masih belum banyak terlihat adalah tempat makan. Kebetulan saya lapar sekali saat itu dan pilihan tempat makan masih sedikit di stasiun SHIA. tapi saya pikir sih ini karena masih baru, saya sih percaya ke depannya akan lebih banyak pilihan tempat makan di semua stasiun.

Ketika kereta yang saya tumpangi sudah siap diberangkatkan, petugas akan mengumumkan melalui pengeras suara agar penumpang segera masuk ke dalam kereta. Sebelum memasuki kereta, ada beberapa gate otomatis yang dipergunakan untuk scan barcode yang terdapat pada tiket yang kita beli. Setelah barcode berhasil di scan, maka gerbang akan terbuka dan kita bisa masuk menuju kereta. Scan barcode pada tiket ini akan kembali kita lakukan saat tiba di stasiun tujuan nanti. Makanya pastikan tiketnya jangan sampai hilang sampai stasiun tujuan yah teman-teman. 

Kereta Railink yang saya naiki memiliki body berwarna putih dengan beberapa gerbong. Bagi teman-teman yang membawa koper atau tentengan yang cukup banyak, di dalam kereta ini tersedia beberapa tempat untuk menyimpan koper atau tentengan yang berukuran cukup besar. Sedangkan untuk tas tangan atau tentengan dengan ukuran lebih kecil bisa disimpan di atas tempat duduk.

Saya suka interior kereta yang terkesan lega. Plus kereta ini AC nya dingin dan kebersihannya patut saya acungi jempol. Sepanjang perjalanan saja saya melihat petugas kebersihan yang membersihkan area dalam gerbong. Mudah-mudahan sih ini bisa dipertahankan terus sehingga kebersihan dan kenyamanan bisa membuat kereta ini dijadikan pilihan oleh para penumpangnya.  Soal tempat duduk juga perlu saya acungi jempol karena bisa membuat saya tertidur pulas. Ini mah saya yang pelor deh kayanya. Hahahahaha...

Kereta Railink tiba di stasiun BNI City dalam waktu satu jam. Waah benar-benar terukur waktunya. Nantinya penumpang bisa naik dan turun di beberapa stasiun yang tersedia. Kalau saya tidak salah saat ini baru bisa di 2 stasiun saja yaitu BNI City dan Batu Ceper. Mudah-mudahan stasiun lain bisa segera beroperasi sehingga memudahkan lebih banyak orang yang akan pergi dari dan menuju bandara Soekarno Hatta. Itu dia sedikit cerita saya naik kereta Railink untuk kali pertama. Apakah teman-teman sudah punya rencana untuk mencoba moda transportasi ini ?