07 January 2018

Skytrain Permudah Akses Antar Terminal di Bandara Soekarno Hatta

Saya pernah punya pengalaman harus berpindah terminal di Bandara Soekarno Hatta karena beda maskapai. Dan saya yakin ada banyak penumpang lain yang lebih sering lagi merasakannya. Dulu saya bingung setengah mati harus naik apa untuk pindah dari Terminal 1 ke Terminal 2 ? Jalan kaki rasanya kok lumayan jauh yah. Naik shuttle yang melayani perpindahan penumpang antar terminal, tapi kok tidak ada petunjuk harus menunggu di mana dan jam berapa saja shuttle tersebut akan melintas. Walhasil karena jarak keberangkatan cukup mepet mengingat saya sudah delay dari penerbangan sebelumnya, maka saya ketinggalan pesawat begitu sampai di Terminal 2. Padahal kalau saya lebih cepat tiba di Terminal 2, bisa jadi saya tidak akan tertinggal pesawat. dan sekarang saya dan penumpang lainnya bisa bersuka hati dengan kehadiran Skytrain yang menghubungkan semua Terminal di Bandara Soekarno Hatta. Apa sih Skytrain ? Simak yuk dalam Catatan Si Goiq kali ini.

Skytrain adalah moda transportasi berupa kereta dengan lintasan khusus yang dibangun, sehingga tidak mengganggu dan tidak terganggu dengan kepadatan lalu lintas di area bandara. Setiap penumpang di semua terminal, baik Terminal 1, Terminal 2 dan Terminal 3 bisa menggunakan Skytrain secara gratis dengan jam-jam keberangkatan yang bisa dilihat di semua stasiun. Jadi sangat memudahkan penumpang yang ingin berpindah Terminal dengan cepat. Skytrain ini juga terhubung dengan Stasiun SHIA yang akan membawa penumpang dari dan menuju kota Jakarta dengan menggunakan kereta Railink

Stasiun Skytrain sendiri berada di setiap Terminal yang ada di bandara Soekarno Hatta. Kondisi stasiun sangat bersih dengan lantai yang mengkilap dan tanpa sampah yang berserakan. Mudah-mudahan kebersihan ini selalu terjaga meskipun penumpang sudah sangat familiar dengan transportasi ini. Ruang tunggu di stasiun juga dilengkapi dengan sejumlah kursi. Nyaman banget lah menunggu kereta tiba.

Kalau dulu saya suka kebingungan menunggu kapan shuttle akan tiba, di stasiun Skytrain ini justru semua jadwal tersedia dan bisa kita lihat. Jadi kita bisa mengukur jam berapa kita akan tiba di Terminal tujuan kita. Rata-rata sih kereta akan berangkat setiap 30 menit. Tidak hanya itu, jadwal penerbangan maskapai juga bisa kita lihat di stasiun Skytrain ini. Berguna banget kan ?

Interior dalam kereta juga kece banget. Tempat duduk tersedia, walaupun kalau penumpang sedang banyak pasti ada juga yang berdiri bergelantungan. Tapi tetap nyaman kok. Apalagi jarak antar terminal rata-rata hanya 3 menit saja. jadi berdiri sebentar masih oke lah kalau menurut saya. Saya pribadi senang banget dengan kehadiran Skytrain ini. kalau kebetulan saya tiba di bandara lebih awal, saya masih bisa jalan-jalan dulu ke Terminal 2 atau Terminal 3 yang lebih banyak tempat makan dari brand ternama. Asyik kan ? Yuk cobain naik Skytrain, transportasi ini gratis lho ! 

04 January 2018

Bebas Macet Dari dan Ke Bandara Soekarno Hatta Naik Kereta Railink

Buat warga Jakarta dan sekitarnya, tentu sudah paham sekali kalau perjalanan menuju Bandara Soekarno Hatta adalah sebuah perjalanan yang rada sulit diukur jarak tempuhnya. Saya pribadi selalu berangkat menuju bandara minimal 3 jam sebelum jadwal keberangkatan. Teman saya malah ada yang selalu berangkat 5 jam sebelum jadwal keberangkatan. Intinya sih semua sepaham kalau lebih baik menunggu lama di airport ketimbang ditinggal pesawat. Tapi bisa jadi kehadiran kereta bandara Railink akan menjadikan cerita perjalanan menuju bandara Soekarno Hatta akan menjadi lebih berwarna dan lebih terukur jaraknya. Simak yuk pengalaman saya naik kereta yang baru diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden Jokowi pada tanggal 2 Januari 2018 kemarin.

Sepulang dari perjalanan liburan akhir tahun, saya memutuskan untuk naik kereta Railink yang menuju stasiun BNI City Sudirman. Awalnya saya pikir akan penuh karena baru saja diresmikan oleh Presiden Jokowi sehari sebelumnya. Tapi dugaan saya meleset, saat saya tiba di stasiun Soekarno Hatta Airport, suasana malah terlihat sangat lengang. Suasana lengang ini saya manfaatkan untuk foto-foto area stasiun yang besar dengan langit-langit yang tinggi.

Yang berikutnya terpikirkan oleh saya setelah puas mengambil foto adalah membeli tiket kereta. Ada 2 lokasi pembelian tiket, yang pertama ada di lantai dasar dan yang kedua naik ke lantai satu.  Saya memutuskan naik ke lantai satu sekalian untuk melihat-lihat suasana stasiun. Pembelian tiket kereta Railink sudah menggunakan metode cashless. Jadi pastikan teman-teman memiliki kartu kredit berlogo Visa atau menggunakan kartu debet dari beberapa bank ternama. Awalnya saya lumayan bingung untuk mengoperasikan mesin tiket ini, untungnya ada petugas yang ditempatkan untuk membantu penumpang yang mengalami kesulitan seperti saya. Mudah-mudahan sih petugas seperti ini tetap dipertahankan walaupun orang-orang akan semakin familiar menggunakan mesin ini. 

Tiket saya akhirnya keluar. Tidak hanya tiket saja, kita juga akan menerima bukti pembelian tiket yang sudah kita bayarkan. Jadi bisa bernafas lega kalau bepergian dinas kantor yang butuh nota-nota semacam ini. Semua penumpang yang membeli tiket dijamin bakal dapet tempat duduk kok. Jadi ngga usah kuatir berdiri dengan banyak bawaan sepanjang perjalanan. Oh ya, tiket kereta harap disimpan baik-baik sampai di tujuan nanti yah.

Sambil menunggu jadwal keberangkatan kereta, kita bisa menunggu di waiting lounge yang sudah disiapkan. Saya belum tahu kondisi waiting lounge di stasiun lain, yang jelas yang saya lihat di stasiun SHIA ini nyaman banget. Ada banyak sofa dan colokan. Bahagia banget ngga tuh ? Yang masih belum banyak terlihat adalah tempat makan. Kebetulan saya lapar sekali saat itu dan pilihan tempat makan masih sedikit di stasiun SHIA. tapi saya pikir sih ini karena masih baru, saya sih percaya ke depannya akan lebih banyak pilihan tempat makan di semua stasiun.

Ketika kereta yang saya tumpangi sudah siap diberangkatkan, petugas akan mengumumkan melalui pengeras suara agar penumpang segera masuk ke dalam kereta. Sebelum memasuki kereta, ada beberapa gate otomatis yang dipergunakan untuk scan barcode yang terdapat pada tiket yang kita beli. Setelah barcode berhasil di scan, maka gerbang akan terbuka dan kita bisa masuk menuju kereta. Scan barcode pada tiket ini akan kembali kita lakukan saat tiba di stasiun tujuan nanti. Makanya pastikan tiketnya jangan sampai hilang sampai stasiun tujuan yah teman-teman. 

Kereta Railink yang saya naiki memiliki body berwarna putih dengan beberapa gerbong. Bagi teman-teman yang membawa koper atau tentengan yang cukup banyak, di dalam kereta ini tersedia beberapa tempat untuk menyimpan koper atau tentengan yang berukuran cukup besar. Sedangkan untuk tas tangan atau tentengan dengan ukuran lebih kecil bisa disimpan di atas tempat duduk.

Saya suka interior kereta yang terkesan lega. Plus kereta ini AC nya dingin dan kebersihannya patut saya acungi jempol. Sepanjang perjalanan saja saya melihat petugas kebersihan yang membersihkan area dalam gerbong. Mudah-mudahan sih ini bisa dipertahankan terus sehingga kebersihan dan kenyamanan bisa membuat kereta ini dijadikan pilihan oleh para penumpangnya.  Soal tempat duduk juga perlu saya acungi jempol karena bisa membuat saya tertidur pulas. Ini mah saya yang pelor deh kayanya. Hahahahaha...

Kereta Railink tiba di stasiun BNI City dalam waktu satu jam. Waah benar-benar terukur waktunya. Nantinya penumpang bisa naik dan turun di beberapa stasiun yang tersedia. Kalau saya tidak salah saat ini baru bisa di 2 stasiun saja yaitu BNI City dan Batu Ceper. Mudah-mudahan stasiun lain bisa segera beroperasi sehingga memudahkan lebih banyak orang yang akan pergi dari dan menuju bandara Soekarno Hatta. Itu dia sedikit cerita saya naik kereta Railink untuk kali pertama. Apakah teman-teman sudah punya rencana untuk mencoba moda transportasi ini ?