13 March 2018

Kerjasama JNE dan FOI Untuk Atasi Masalah Gizi Anak dan Kelaparan Di Sekolah

Pagi ini saya lagi lihat anak-anak yang jalan ke sekolahan dengan riang gembira dan penuh semangat. Kalau melihat gelagatnya sih, anak-anak ini pasti deh sudah sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Trus saya jadi inget waktu dulu zaman masih sekolah. Kalau bangun awal dan sempat sarapan itu rasanya plong. Ngga takut lemes di sekolah karena tidak sarapan. Tapi kalo kebetulan tidak sempat sarapan, kebayang lah ya. Selain lemas di sekolah karena kurang tenaga, mata juga bawaannya ngantuk. Eh, tapi kenapa sih saya jadi mengenang masa-masa SD dulu ? Cari tahu yuk jawabannya dalam Catatan Si Goiq kali ini.


Setelah membayangkan betapa lemas nya saya kalau tidak sarapan sebelum pergi sekolah, saya berusaha untuk menyempatkan diri sarapan dulu sebelum berangkat sekolah. Yah, saya beruntung karena dulu termasuk dalam barisan anak-anak sekolah yang masih bisa sarapan sebelum sekolah. Karena saya baru saja membaca data Riskesdak tahun 2010 yang menyatakan kalau 20 - 40% anak-anak berangkat ke sekolah dalam kondisi perut lapar karena tidak sarapan. Dan sebagian besarnya karena faktor ekonomi. Miris kan teman-teman ? Padahal seperti yang saya bilang tadi, pergi sekolah dalam kondisi tidak sarapan itu bikin lemas dan ngantuk yang akan mengakibatkan menurunnya konsentrasi saat belajar. Akibatnya sudah jelas, anak-anak bakal sulit menangkap pelajaran yang sedang diajarkan. 


Tingginya jumlah anak sekolah yang tidak sarapan, tentunya menjadi keprihatinan banyak pihak. Hal inilah yang menjadi latar belakang berdirinya Foodbank of Indonesia (FOI) pada tahun 2015. Menurut Bapak Hendro Utomo, FOI menjalankan program Mentari Bangsaku yang memberikan bantuan makanan tambahan pada anak-anak PAUD dan siswa SD. Tentunya apa yang dilakukan FOI ini bisa sedikit membantu mengurangi persoalan yang ada. Tapi tentunya akan menjadi kurang maksimal apabila FOI hanya berjalan sendiri. karena itulah FOI menggandeng kalangan dunia usaha untuk bersinergi membantu mengurangi permasalahan gizi dan kelaparan di sekolah.


JNE selaku perusahaan yang bergerak pengiriman dan logistik merasa rerpanggil untuk turut berkontribusi membantu permasalahan ini. Menurut Bapak Feriadi selaku Direktur Utama JNE, dengan pengalaman 27 tahun dalam bidang pengiriman, JNE dapat membantu FOI untuk mendistribusikan makanan yang berasal dari donatur kepada sekolah-sekolah yang masuk dalam target sasaran FOI. Sesuai dengan tagline mereka yaitu Connecting Happiness, JNE  berharap penandatanganan kerjasama dengan FOI ini dapat memberikan banyak kebahagiaan kepada anak-anak sekolah.


Penandatanganan MoU ini dilakukan di SDN Gandaria Utara 11 yang merupakan salah satu sekolah yang sudah 2 tahun terakhir ini mengikuti program pemberian makanan tambahan dari FOI. Menurut Ibu Sukini selaku Kepala Sekolah, mayoritas siswanya berasal dari kalangan menengah ke bawah. Pihaknya juga sangat senang dengan program pemberian sarapan dari FOI ini karena sangat terlihat sekali dampaknya yang membuat siswa lebih sehat, lebih semangat dan berat badan mereka yang meningkat. Dalam penandatangan MoU ini, pihak JNE juga menyerahkan kendaraan operasional kepada FOI yang akan didedikasikan untuk program Indonesia Ceria. Langkah JNE ini tentu saja disambut baik oleh pemerintah. Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Ibu Lenny K. Rosalin megharapkan kerjasama semacam ini dapat membantu mengatasi persoalan gizi anak baik di sekolah maupun di rumah. Dan tentu saja apa yang dilakukan oleh JNE ini dapat memicu perusahaan-perusahaan lain untuk ikut serta dalam membantu program pemerintah. 

1 comment:

  1. Acara yang bagus nih mas, semoga sering diadakan acara-acara seperti ini.
    Tentunya kita semua berharap agar anak-anak Indonesia memiliki gizi yang baik sehingga bisa menunjung masa depan mereka yang cerah.

    ReplyDelete

Terima kasih....