05 July 2018

#141KarantinaMelayani Pisang, Buah Ekspor Unggulan Indonesia

Siapa yang suka makan pisang ? Saya yakin hampir semua masyarakat Indonesia menyukai buah yang tumbuh subur di tanah Indonesia ini. Saya ingat, waktu kecil dulu rasanya hampir setiap rumah ditumbuhi oleh pohon pisang. Selain untuk diambil buahnya, daunnya juga sering dimanfaatkan oleh nenek dan ibu saya untuk kegiatan memasak di dapur. Pohon pisang tumbuh dengan cara bertunas, jadi kalau sudah ada satu pohon pisang tumbuh di rumah, maka dalam waktu singkat akan tumbuh tunas-tunas baru di bawahnya. Nah hari ini, saya akan cerita bagaimana buah favorit masyarakat Indonesia ini dikembangkan untuk komoditi ekspor. Simak yuk dalam Catatan Si Goiq kali ini.

Dalam sebuah perjalanan ke perkebunan pisang di daerah Lampung yang luasnya sampai ribuan hektar, saya jadi tahu banyak bagaimana buah pisang yang selama ini saya makan bersama keluarga ternyata dibudidayakan dengan sangat serius untuk menjadi sebuah komoditi ekspor andalan. Bagaimana tidak serius, kalau pohon pisang yang ada di perkebunan ini bahkan sudah menyediakan lahan pembibitan mereka sendiri. Pohon pisang dikembangkan dengan metode kultur jaringan dan mulai dipindahkan ke dalam pot ketika mulai membesar hingga siap dipindahkan ke area perkebunan. 

Ketika sudah mulai berbuah, buah pisang kemudian mengalami proses bagging atau dibungkus dengan kertas. Pembungkusan ini selain untuk menghindari buah pisang terpapar dengan sinar matahari secara langsung, juga supaya buah tetap bersih dan juga untuk mengindari dari serangan binatang-binatang yang suka menggerogoti buah pisang di malam hari. 

Ketika masuk waktu panen, buah pisang dipotong pertandan dan kemudian digantung pada rel yang tersedia di sekeliling kebun. Sedikit info nih teman-teman, buah pisang yang sudah dipanen ini tidak boleh menyentuh tanah lho untuk menjaga kebersihannya. Setelah terkumpul sekitar 20 tandan, deretan tandan-tandan pisang ini akan ditarik menuju packing house. 

Di Packing House inilah buah pisang yang telah siap dipanen akan dipersiapkan sesuaikan kebutuhan. Buah pisang akan dipotong mulai dari satu sisir, setengah sisir hingga satuan dan kemudian akan dibersihkan oleh para petugas perkebunan. Setelah duci bersih, kemudian buah pisang ditiriskan dan mulai diberi label dan dimasukkan dalam kotak. 

Jutaan ton pisang yang diekspor ke berbagai negara seperti Malaysia, Timur Tengah, China dan Korea Selatan berasal dari perkebunan pisang di wilayah Lampung. Tentunya bukan pekerjaan mudah dapat menembus pasar ekspor ke berbagai negara bila tidak dibarengi dengan keseriusan dalam meningkatkan kualitas buah pisang yang dihasilkan. Maka dari itu tidak heran, kalau buah pisang benar-benar dibudidayakan dengan baik di sini. Yuk kita geber ekspor produk petani kita, Indonesia !